Program Unggulan Tahfidzul Quran
Lihat Detail

Program Unggulan Tahfidzul Quran

Program Unggulan Terbaru di MTs Negeri Triwarno Kutowinangun Kebumen

Sabtu, 5 Agustus 2017 merupakan launching Program Tahfidz di MTs Negeri Triwarno Kutowinangun. Program itu diluncurkan dan dibuka oleh Kasubag TU Kemenag kabupaten Kebumen yaitu H. Nasikhudin. Program Tahfidz merupakan progaram terbaru dan program unggulan di MTs Negeri Triwarno Kutowinangun setelah progran FDS. Acara launching program tersebut bersamaan dengan Workshop Manajemen dan Metode  Pembelajaran  Tahfidzul Quran.

Kegiatan workshop diikuti oleh peserta yang berjumlah lebih kurang 150.  Peserta berasal dari guru agama SD, MI, MTs, perwakilan MTs Negeri sampai kepala kepala MTs. Peserta tidak hanya berasal dari Kebumen bahkan ada yang berasal dari Purworejo.  Dalam kegiatan workshop tersebut dihadiri narasumber dari yogyakarta yaitu RUA. Zainal Fanani dan Ustadz Syahri dari SDIT Pangeran Diponegoro Semarang yang disekolahnya sudah menerapkan program tahfidzul Quran.

Dalam sambutanya Kepala MTs Negeri Triwarno Kutowinangun Sugeng Warjoko menyampaikan bahwa program ini akan dilaksanakan setiap hari dimulai dari pikul 06.45 s.d. 07.15. Beliau menambahkan program ini diharapkan ke depannya akan berkembang dengan baik dan istiqomah. Untuk memperlancar kegiatan tahfidzul Quran maka diadakannya acara workshop yang diikuti oleh semua guru supaya guru juga ikut berperan penuh.

Target dari program ini adalah para siswa dalam setahun bisa hapal satu juz jadi selama tiga tahun nanti siswa bisa hapal tiga juz. Untuk itu guru harus mempunyai komitmen yang kuat dalam ketercapaian program tahfidzul Quran di MTs Negeri Triwarno Kutowinangun.

Kasubag TU Kementerian Agama Kabupaten Kebumen sangat mengapresiasi  dan menghargai program Tahfidzul Quran karena menjadi momentum untuk sekolah/madrasah-madrasah lainnya.  Kegiatan tersebut juga sesuai dengan visi Kemenag bahwa mencari ilmu itu wajib dan membaca al quran ada tahapan-tahapannya.

Acara inti workshop pertama diisi oleh Zainal Fanani. Dalam penyampaian materi beliau menyampaikan bahwa aspek keberhasilan meliputi komitmen yang kuat,dari pengelola madrasah. Selanjutnya target yang menantang, alokasi waktu terjadwal dengan cukup, pengkondisian suasana, pemilihan pendekatan, metode dengan mushaf pegangan yang tepat, dan pemantauan yang insentif serta sistem evaluasi yang terjadwal dengan baik.

Pemateri yang kedua adalah Ustadz Syahri yang merupakan pengajar di SDIT Pangeran Diponegoro Semarang yang disekolahnya sudah menerapkan program tahfidzul Quran. Dalam kesempatan tersebut beliau menyampaikan bahwa orang yang hapal Al Quran dengan sendirinya ilmu-ilmu yang lain akan dengan mudah diterima oleh anak tersebut.

Ustadz Syahri sekaligus mempraktekkan menghapal Al Quran bersama peserta workshop dengan metode yang menyenangkan. Caranya dengan membaca satu ayat sebanyak lima kali. Diulang membaca dengan menepuk-nepuk pipi, dahi, berpandangan dengan teman sebelah, menepuk-nepuh bahu teman sebelah dan berjabat tangan dengan erat. Semua itu dilakukan sebanyak lima kali . Dengan cara dan metode tersebut membaca Al Quran menjadi lebih menyenangkan dan tidak membosankan. Dengan membaca berkali-kali tanpa disadarinya akan menjadi lebih hafal.

Dalam prakteknya peserta secara bergantian ditunjuk secara acak oleh Ustadz Syahri untuk menghapal ayat yang sudah dibaca. Salah satunya yang ditunjuk menghapal adalah Kepala MTs Negeri Triwarno sendiri yaitu Sugeng Warjoko.
Semangat Kebangsaan
Lihat Detail

Semangat Kebangsaan


Wawasan Kebangsaan dan MoU MTs Negeri Triwarno Kutowinangun dengan Koramil




Hari lahirnya Pancasila yang tepat tanggal 1 Juni sudah diperingati dengan upacara bendera dan sudah berlalu beberapa hari yang lalu. Akan tetapi, di MTs Negeri Kutowinangun semangat memiliki wawasan kebangsaannya masih dikobarkan pada hari Kamis, 8 Juni 2017 dengan pembekalan Wawasan Kebangsaan kepada peserta didik.

Bertempat di halaman Bati Tund Koramil 09 Kutowinangun, Serma Agus Wijayanto bersama 6 Babinsa sedang memberikan Pembekalan Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara tentang Pancasila sebagai Dasar Negara Indonesia. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan Out Bond. Kegiatan Out Bond bertujuan membentuk kedisiplinan, rasa kebersamaan, kerja sama, menghilangkan egois perseorangan, dan selalu menjaga kekompakan antarsiswa di lingkungan MTs Negeri Triwarno Kutowinangun.

Kegiatan tersebut untuk mengawali tindak lanjut rencana MoU dengan Koramil Kutowinangun. MoU tersebut penekanannya pada program peningkatan wawasan kebangsaan, ketertiban, dan kedisiplinan siswa. Kegiatan itu akan  dimulai resmi pada tahun pelajaran 2017/2018 dalam program rutin Pembinaan Pasukan Inti Madrasah. Demikian yang disampaikan Pak Sugeng Warjoko selaku Kepala MTs Negeri Triwarno Kutowinangun dalam sambutannya. Beliau juga berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan ketertiban siswa dan berefek meningkatnya prestasi di bidang akademik dan nonakademik.

Untuk pembekalan tersebut baru diberikan untuk siswa kelas VII saja. Ke depannya pembekalan diberikan untuk siswa kelas VII dan VIII. Dengan diadakan kegiatan tersebut diharapkan seluruh warga madrasah ikut mendukung dan berpartisipasi aktif.




Sambutan Kepala Madrasah
Lihat Detail

Sambutan Kepala Madrasah



Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Bismillahirrahmanirrahim

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang senantiasa melimpahkan rahmat, nikmat, dan hidayah-Nya kepada kita semua. Sholawat dan salam kita sanjungkan kepada junjungan kita, Rasulullah Muhammad SAW., keluarga, para sahabat, beserta umat yang setia mengikuti ajaran-Nya.

MTs Negeri Triwarno Kutowinangun merupakan salah satu madrasah negeri tertua yang terletak di sisi selatan wilayah pulau Jawa, tepatnya di Kecamatan Kutowinangun, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah.

Madrasah itu mulai  berdiri pada  20 Mei  1969. Madrasah ini dikenal sebagai madrasah yang cukup besar dilihat dari luas lahan, jumlah siswa, maupun jumlah guru dan pegawainya.

Memasuki era global dengan teknologi informasinya dan persaingan bebas yang penuh tantangan, kami bertekad mempersiapkan siswa agar menjadi pribadi mandiri yang siap bersaing di jenjang selanjutnya dan tetap berpegang teguh pada identitas dirinya sebagai generasi muda Islam. Hal ini sesuai dengan visi kami yaitu mewujudkan insan yang berakhlak mulia, berbudaya, berprestasi, inovatif, dan berwawasan lingkungan.

Untuk mencapai visi besar tersebut, saat ini kami terus melakukan upaya-upaya peningkatan kualitas di semua aspek sesuai 8 standar Pendidikan Nasional. Bersama dengan komite madrasah, kami awali dengan penyusunan rencana jangka panjang berupa penyusunan master plan madrasah untuk jangka 10 tahun ke depan. Dilanjutkan dengan penyusunan Rencana Kerja Madrasah jangka 4 tahun.

Peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan skala prioritas kami, yaitu dengan menjalin kerja sama dengan lembaga-lembaga yang kompeten di bidangnya, misalnya dengan Balai Diklat Keagamaan Semarang. Madrasah membuat MOU jangka 4 tahun.

Berbagai inovasi pengembangan kurikulum dan kegiatan kesiswaan terus dilakukan. Hal ini dilakukan untuk mengoptimalkan potensi siswa. Siswa bisa  berkembang sesuai dengan minat dan bakatnya. Siswa  mampu berprestasi dalam berbagai ajang lomba di berbagai tingkatan. Siswa juga mampu bersaing melanjutkan ke jenjang madrasah atau sekolah favorit di tingkat lokal maupun nasional.

Kegiatan pengembangan potensi siswa dilakukan diberbagai bidang, misalnya di bidang bahasa. Baik bahasa tulis maupun lisan, sains club, ketrampilan, olah raga, dan seni. Program persiapan menghadapi ujian dilaksanakan dari awal tahun dengan berbagai macam pendekatan dan kegiatan pendukung. Kegiatan tersebut melibatkan berbagai pihak, di antaranya guru, pegawai, orang tua siswa, alumni, motivator, dan ulama.

Karakter akhlak mulia yang diharapkan menjadi salah satu ciri profil lulusan madrasah, kami tanamkan melalui kegiatan-kegiatan pembiasan harian berupa ibadah wajib, sunah,  maupun adab-adab pergaulan atau sopan santun terhadap sesama. Melalui program tahfidz Qur’an,  setiap lulusan MTs Negeri Triwarno Kutowinangun ditargetkan minimal hafal juz 30 dan beberapa surat pilihan, sedangkan bagi siswa yang cepat, dibimbing khusus menyesuaikan kemampuannya.

Untuk memanfaatkan  lahan  madrasah yang cukup luas, kami mengembangkan madrasah yang berwawasan lingkungan dengan program Menuju Madrasah Adiwiyata. Tujuan program ini antara lain untuk menumbuhkan kesadaran warga madrasah tentang pentingnya menjaga kelestarian alam,   menanamkan budaya mencintai,  dan memelihara lingkungan sekitar.  Tujuan yang lain adalah membiasakan pola  hidup bersih dan sehat.

Dengan lingkungan madrasah yang bersih, tertata rapi, dan terpelihara diharapkan siswa dapat belajar dengan nyaman. Untuk jangka panjang, dengan tumbuhnya kesadaran hidup berwawasan lingkungan ini diharapkan siswa mempunyai karakter yang baik dan  dapat menerapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Demikian gambaran sekilas MTs  Negeri Triwarno Kutowinangun Kebumen, semoga Allah SWT senantiasa memberi kemudahan dan mengabulkan cita-cita kami. Aamiin.

Kutowinangun, Kebumen, November 2016

Kepala Madrasah,



Drs. Sugeng Warjoko, M.Ed.